Tampilkan postingan dengan label Ulumul Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulumul Qur'an. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2011

AMSTAL AL-QUR'AN

A.      Latar Belakang
Hakikat-hakikat yang tinggi makna dan tujuannya akan lebih menarik jika di tuangkan dalam kerangka ucapan yang baik dan mendekatkan kepada pemahaman, melalui analogi dengan sesuatu yang telah diketahui secara yakin. Tamsil (membuat pemisalan, perumpamaan) merupakan kerangka yang dapat menampilkan makna-makna dalam bentuk yang hidup dan mantap didalam pikiran, dengan cara menyerupakan sesuatu yang gaib dengan yang hadir, yang abstrak dengan yang konkrit, dan dengan menganalogikan sesuatu dengan hal yang serupa. Betapa banyak makna yang baik, di jadikan lebih indah, menarik dan mempesona oleh tamsil. Karena itulah maka tamsil lebih dapat mendorong jiwa untuk menerima makna yang dimaksudkan dan membuat akal merasa puas dengannya. Dan tamsil adalah salah satu uslub Qur'an dalam mengungkapkan berbagai penjelasan dan segi-segi kemukjizatannya.
Di antara para ulama adasejumlah orang menulis sebuah kitab yang secara khusus membahas perumpamaan-perumpamaan (amtsal) dalam Qur'an, dan ada pula yang hanya membuat satu bab mengenainya dalam salah satu kitab-kitabnya. Kelompok pertama, misalnya Abul Hasan al-Mawardi.Sedang kelompok kedua, antara lain, as-suyuti dalam al-itqan, dan Ibnul Qayyim dalam A'lamul-Muwaqqi'in.

B.       Rumusan Masalah
Sesuai dengan materi yang telah di tetapkan dengan demikian pemakalah memfokuskan mengenai amsal Al-Qur'an dengan permasalahan sebagai berikut:
1.    Pengertian Amtsal Al-Qur'an
2.    Macam-macam amtsal dalam Al-Qur'an
3.    Urgensi amtsal Al-Qur'an
4.    Tujuan Amtsal Al-Qur'an