Sabtu, 21 Juni 2014

hadist pernikahan bag 2

Hadist tentang Nafaqah

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( دَخَلَتْ هِنْدُ بِنْتُ عُتْبَةَ -اِمْرَأَةُ أَبِي سُفْيَانَ- عَلَى رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم . فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ لَا يُعْطِينِي مِنْ اَلنَّفَقَةِ مَا يَكْفِينِي وَيَكْفِي بَنِيَّ, إِلَّا مَا أَخَذْتُ مِنْ مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمِهِ, فَهَلْ عَلَِيَّ فِي ذَلِكَ مِنْ جُنَاحٍ? فَقَالَ: خُذِي مِنْ مَالِهِ بِالْمَعْرُوفِ مَا يَكْفِيكِ, وَيَكْفِي بَنِيكِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya :
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Hindun binti Utbah istri Abu Sufyan masuk menemui Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah, sungguh Abu Sufyan adalah orang yang pelit. Ia tidak memberiku nafkah yang cukup untukku dan anak-anakku kecuali aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah yang demikian itu aku berdosa? Beliau bersabda: "Ambillah dari hartanya yang cukup untukmu dan anak-anakmu dengan baik." Muttafaq Alaihi. 

وَعَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ اَلْقُشَيْرِيِّ, عَنْ أَبِيهِ قَالَ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! مَا حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدِنَا عَلَيْهِ? قَالَ: أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ, وَتَكْسُوَهَا إِذَا اِكْتَسَيْتَ, وَلَا تَضْرِبِ اَلْوَجْهَ, وَلَا تُقَبِّحْ )  اَلْحَدِيثُ وتَقَدَّمَ فِي عِشْرَةِ اَلنِّسَاءِ
Artinya :
Hakim Ibnu Muawiyah al-Qusyairy, dari ayahnya, berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang di antara kami? Beliau menjawab: "Engkau memberinya makan jika engkau makan dan engkau memberinya pakaian jika engkau berpakaian." Hadits yang telah tercantum dalam Bab bergaul dengan istri. 

وَعَنْ جَابِر بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم -فِي حَدِيثِ اَلْحَجِّ بِطُولِهِ- قَالَ فِي ذِكْرِ اَلنِّسَاءِ:( وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ)  أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
Artinya :
Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam -dalam sebuah hadits tentang haji yang panjang- beliau bersabda tentang istri: "Engkau wajib memberi mereka rizqi dan pakaian yang baik." Riwayat Muslim. 

وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ )  رَوَاهُ النَّسَائِيُّ. وَهُوَ عِنْدَ مُسْلِمٍ بِلَفْظِ: أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ
Artinya :
Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Cukup berdosa orang yang membiarkan orang yang wajib diberi makan." Riwayat Nasa'i. Dalam lafadz riwayat Muslim: "Ia menahan memberi makan terhadap orang yang ia miliki." 

Jumat, 20 Juni 2014

Hadist mengenai pernikahan

Hadist Mengenai Mas Kawin
َوَعَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ اَلرَّحْمَنِ ; أَنَّهُ قَالَ : ( سَأَلْتُ عَائِشَةَ زَوْجَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم كَمْ كَانَ صَدَاقُ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ : كَانَ صَدَاقُهُ لِأَزْوَاجِهِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ أُوقِيَّةً وَنَشًّا قَالَتْ : أَتَدْرِي مَا اَلنَّشُّ ? قَالَ : قُلْتُ : لَا  قَالَتْ : نِصْفُ أُوقِيَّةٍ فَتِلْكَ خَمْسُمِائَةِ دِرْهَمٍ , فَهَذَا صَدَاقُ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِأَزْوَاجِهِ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ 
Artinya :
Abu Salamah Ibnu Abdurrahman Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada 'Aisyah r.a: Berapakah maskawin Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Ia berkata: Maskawin beliau kepada istrinya ialah dua belas uqiyyah dan nasy. Ia bertanya: Tahukah engkau apa itu nasy? Ia berkata: Aku menjawab: Tidak. 'Aisyah berkata: Setengah uqiyyah, jadi semuanya lima ratus dirham. Inilah maskawin Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam kepada para istrinya. Riwayat Muslim

وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَيُّمَا اِمْرَأَةٍ نَكَحَتْ عَلَى صَدَاقٍ , أَوْ حِبَاءٍ , أَوْ عِدَةٍ , قَبْلَ عِصْمَةِ اَلنِّكَاحِ , فَهُوَ لَهَا, وَمَا كَانَ بَعْدَ عِصْمَةِ اَلنِّكَاحِ , فَهُوَ لِمَنْ أُعْطِيَهُ, وَأَحَقُّ مَا أُكْرِمَ اَلرَّجُلُ عَلَيْهِ اِبْنَتُهُ , أَوْ أُخْتُهُ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ إِلَّا اَلتِّرْمِذِيَّ 
Artinya :
Dari Amar Ibnu Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Siapapun perempuan yang menikah dengan maskawin, atau pemberian, atau janji-janji sebelum akad nikah, maka itu semua menjadi miliknya. Adapun pemberian setelah akad nikah, maka ia menjadi milik orang yang diberi, dan orang yang paling layak diberi pemberian ialah puterinya atau saudara perempuannya." Riwayat Ahmad dan Imam Empat kecuali Tirmidzi. 

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : ( زَوَّجَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً اِمْرَأَةً بِخَاتَمٍ مِنْ حَدِيدٍ )  أَخْرَجَهُ اَلْحَاكِمُ وَهُوَ طَرَفٌ مِنَ الْحَدِيثِ اَلطَّوِيلِ اَلْمُتَقَدِّمِ فِي أَوَائِلِ اَلنِّكَاحِ وَعَنْ عَلَيٍّ رضي الله عنه قَالَ : ( لَا يَكُونُ اَلْمَهْرُ أَقَلَّ مِنْ عَشَرَةِ دَرَاهِمَ ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ مَوْقُوفًا , وَفِي سَنَدِهِ مَقَالٌ
Artinya :
Sahal Ibnu Saad Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah mengawinkan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dengan maskawin sebuah cincin dari besi. Riwayat Hakim. Ini merupakan potongan dari hadits panjang yang sudah lewat di permulaan bab nikah. Ali Radliyallaahu 'anhu berkata: Maskawin itu tidak boleh kurang dari sepuluh dirham. Hadits mauquf riwayat Daruquthni dan sanadnya masih diperbincangkan

وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( خَيْرُ اَلصَّدَاقِ أَيْسَرُهُ )  أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ , وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ 
Artinya
Dari Uqbah Ibnu Amir Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sebaik-baik maskawin ialah yang paling mudah." Riwayat Abu Dawud dan dinilai shahih oleh Hakim.

Hadist  Mengenai Walimah

وَعَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ ; فَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ , وَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيُطْعَمْ )  أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ أَيْضًا 
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seorang di antara kamu diundang hendaknya ia memenuhi undangan tersebut, jika ia sedang puasa hendaknya ia mendoakan, dan jika ia tidak puasa hendaknya ia makan." Riwayat Muslim.

Bab Pergaulan Dengan Istri
َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَلْعُونٌ مَنْ أَتَى اِمْرَأَةً فِي دُبُرِهَا )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ , وَالنَّسَائِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ , وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ , وَلَكِنْ أُعِلَّ بِالْإِرْسَالِ 
Artinya :
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Terlaknatlah orang yang menggauli istrinya di duburnya." Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i, dan lafadznya menurut Nasa'i. Para perawinya dapat dipercaya namun ia dinilai mursal

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَنْظُرُ اَللَّهُ إِلَى رَجُلٍ أَتَى رَجُلاً أَوْ اِمْرَأَةً فِي دُبُرِهَا )  رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ , وَالنَّسَائِيُّ , وَابْنُ حِبَّانَ , وَأُعِلَّ بِالْوَقْفِ

Artinya :
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Allah tidak akan melihat laki-laki yang menyetubuhi seorang laki-laki atau perempuan lewat duburnya." Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Hibban, namun ia dinilai mauquf. 

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ اَلْآخِرِ فَلَا يُؤْذِي جَارَهُ , وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا , فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ , وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي اَلضِّلَعِ أَعْلَاهُ , فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمَهُ كَسَرْتَهُ , وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ , فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ , وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ. وَلِمُسْلِمٍ : ( فَإِنْ اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ وَبِهَا عِوَجٌ , وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهَا كَسَرْتَهَا , وَكَسْرُهَا طَلَاقُهَا )
Artinya :
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkua membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari. Menurut riwayat Muslim: "Jika engkau menikmatinya, engkau dapat kenikmatan dengannya yang bengkok, dan jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, dan mematahkannya adalah memcerainya." 

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ شَرَّ اَلنَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اَللَّهِ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ ; اَلرَّجُلُ يُفْضِي إِلَى اِمْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ , ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا )  أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ 
Artinya :
Dari Abu Said al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Orang yang paling jelek derajatnya di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang yang bersetubuh dengan istrinya, kemudian ia membuka rahasianya." Riwayat Muslim

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ : بِسْمِ اَللَّهِ . اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا اَلشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ; فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ , لَمْ يَضُرَّهُ اَلشَّيْطَانُ أَبَدًا". )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 
Artinya :
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Seandainya salah seorang di antara kamu ingin menggauli istrinya lalu membaca doa: (artinya = Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau anugerahkan pada kami), mak jika ditakdirkan dari pertemuan keduanya itu menghasilkan anak, setan tidak akan mengganggunya selamanya." Muttafaq Alaihi.








Sabtu, 12 April 2014

Tak semanis Coklat.

  Judulnya aja tak semanis coklat, apanya yang manis ?? masih umum banget kan..jadi baca terus aja sampai habis ya, biar gak penasaran ampe ngernyitin dahi gitu..hehehe
   Kamu tau tidak? Kalau hidup itu tidak semanis coklat, tidak pula seindah taman syurga seperti gambaran didalam Al-Qur’an ataupun seperti drama-drama FTV yang sering ditayangkan di SCTV..hihi, ada yang ceritanya didalam film itu wanita yang miskin banget terus ketemu sama pangeran tampan dan kaya yang suka sama itu cewe..(hah.. bikin iri aja, rasanya mustahil banget ya da dikehidupan nyata…. (-_- )’ yaa..palingan kalau ada juga seribu satu mungkin ya, kaya pangeran William yang menikah dengan wanita dari kalangan biasa saja, tapi itu juga bukan berarti miskin. Pokoknya jarang banget deh. Awalnya sebelum aku menyadari aku ingin seperti pemeran difilm-film itu, tapi ketika aku tersadar dari khayalan sesaat itu ternyata hidup tidak semanis coklat, seindah taman syurga, juga seindah film FTV SCTV, akan tetapi hidup itu harus penuh dengan perjuangan, kerja keras, serta sebisa mungkin harus menikmatinya dengan dibarengi rasa syukur dan ikhlas. 

Senin, 01 Oktober 2012

Peran keluarga dalam kesehatan Mental



      A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan proses pemberian pelajaran yang diterima oleh anak di dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Peranan pendidikan dalam pembinaan kesehatan mental bagi anak sangatlah dibutuhkan. Tujuan pendidikan dalam pembinaan kesehatan mental anak tersebut dapat mempunyai jiwa yang tenang, dan penanamkan sifat-sifat baik. Apabila di dalam pendidikan tidak adanya pembinaan mental, maka anak tersebut selalu gelisah, terjadi kenakalan pada anak, dan sebagainya. Oleh karena itu, pendidikan dalam sekolah, keluarga maupun masyarakat harus dapat membina anak dari sejak dini agar terjadi ketenangan jiwa dan juga keharmonisan.
 
B. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana peran keluarga dalam pembinaan kesehatan mental ?
2.      Bagaiman peran sekolah dalam pembinaan kesehatan mental ?

  A. Peran keluarga dalam pembinaan kesehatan mental
Keluarga merupakan satuan sosial yang paling sederhana dalam kehidupan manusia. Anggota-anggotanya terdiri dari atas ayah, ibu, dan anak. Bagi anak-anak, keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang dikenalnya.[1] 
Barangkali sulit untuk mengabaikan peran keluarga dalam pendidikan. Anak-anak sejak masa bayi hingga usia sekolah memiliki lingkungan tunggal yaitu keluarga. Makanya, tak mengherankan jika Gilbert Highest menyatakan bahwa kebiasaan yang dimiliki anak-anak sebagian terbentuk oleh pendidikan keluarga. Sejak dari bangun tidur hingga saat akan tidur kembali, anak-anak menerima pengaruh dari pendidikan keluarga.[2] 

Kehidupan keluarga pada dasarnya mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.      Pembinaan nilai-nilai dan norma agama serta budaya.
2.      Memberikan dukungan afektif, berupa hubungan kehangatan, mengasihi dan dikasihi, mempedulikan dan dipedulikan, memberikan motivasi, saling menghargai, dan lain-lain.
3.       Pengembangan pribadi, berupa kemampuan mengendalikan diri baik fikiran maupun emosi, mengenal diri sendiri maupun orang lain, pembentukan kepribadian, melaksanakan peran, fungsi dan tanggung jawab sebagai anggota keluaraga, dan lain-lain.
4.      Penanaman kesadaran atas kewajiban, hak dan tanggung jawab individu terhadap dirinya dan lingkungan sesuai ketentuan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Pencapaian fungsi-fungsi keluarga ini akan membentuk suatu komunitas yang berkualitas dan menjadi lingkungan yang kondusif untuk pengembangan potensi setiap anggota keluarga.[1]
Menurut Dadang Hawari, anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan memiliki kepribadian yang matang jika diasuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sehat dan bahagia. Kepribadian menurut paham kesehatan jiwa adalah segala kebiasaan manusia terhimpun dalam dirinya, yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan, baik yang timbul dari lingkungannya (dunia luar) maupun yang datang dari dirinya sendiri (dunia dalam), sehingga corak dan kebiasaan merupakan satu kesatuan fungsional yang khas untuk individu itu.[2]

Minggu, 10 Juni 2012

*Dunia mu mengalihkan jiwa ku*


Yudha Prasetiawan, adalah seorang anak dari keturunan indo, ayahnya berasal dari Turki dan ibunya dari Indonesia. Ia tumbuh sangat sempurna, akan tetapi ada keganjalan didalam kehidupan sehari-hari pada Yudha kecil, ia selalu bermain boneka, dan juga sangat menyukai memasak, seperti layaknya seorang wanita. Ibunya sudah berusaha dengan berbagai cara agar Yudha bisa menjadi seorang laki-laki yang normal, namun usaha itu semua sangat nihil, ayah dan ibu Yudha hanya bisa pasrah melihat perkembangan anaknya tersebut.
Ketika beranjak SMP perbedaan Yudha sudah terlihat sangat menonjol. Rambutnya panjang, pakaiannya pun menyerupai seorang wanita hingga terlihat seperti wanita normal lainnya. Hanya alat kelaminnya saja yang tidak  berubah. Ia selalu berteman dengan seorang wanita, hingga akhirnya ia bertemu dengan sherly, seorang akhwat yang selalu berpakaian serba tertutup semuanya dan ia juga sangat cantik. Melalui Sherly, Yudha banyak belajar agama islam lebih mendalam, ia pun menjadi rajin beribadah. Hingga akhirnya mereka berdua bersahabat. Sherly tak pernah menyadari bahwa Yudha adalah seorang pria karena sejak SD ia selalu di panggil dengan Tia.
Yudha atau nama lainnya Tia sepakat dengan Sherly untuk memilih universitas yang sama yaitu di Ghunadarma. Akhirnya mereka berdua diterima disana. Ketika 4 tahun berlalu, Yudha merasakan perasaan yang aneh pada dirinya. Didalam hatinya mulai tumbuh benih-benih cinta yang tak pernah ia sadari, hingga suatu saat ketika Yudha sedang bersilaturrahim kerumah Sherly yang berada di Depok, ia tak sengaja melihat Sherly dengan tidak memakai hijabnya, ia terlihat sangat cantik dengan wajah yang putih dan rambut yang terurai  dengan panjang. Hati Yudha berdebar sangat hebat saat itu, hingga akhirnya ia telah menyadari bahwa ia jatuh cinta kepada Sherly.
Selesai mandi Sherly berpakaian sangat rapih dan menggunakan hijabnya kembali.
“ Tia maaf ya aku lama, tadi aku mandi dulu habis lelah dan gerah banget setelah rutinitas seharian ini”. Suara Sherly dengan lembut.
“ Em bukannya kamu sudah terbiasa membuat ku menunggu seperti ini..hehehe” jawab Tia dengan candanya.
“ah.. kamu Tia bisa saja, oh ya kamu mau makan apa? kebetulan Abi dan umi sedang tak ada dirumah”
“Aku mau makan Baso saja, tapi kalau ada ketoprak juga boleh” jawab Tia dengan tertawa.
“ Ok, nanti aku keluar sebentar, untuk beli di depan jalan sana, kamu jaga rumah ku sementara ya..hehe “ canda Sherly.
Selama Sherly tak dirumah, hati Yudha sangat gelisah dan risau. Sebenarnya apa yang terjadi dengan hati dan perasaannya saat ini, pertanyaan itulah yang ada dipikirannya.
Setelah sherly kembali, mereka langsung menyantap makanan itu bersama.

Sabtu, 02 Juni 2012

lost in love in the turkey

          Ketika seseorang dikhianati oleh cintanya pasti akan kehilangan semangat hidupnya
Merasa patah arang, dan juga merasa dunia ini tak adil kepadanya
Tapi dalam cerita ini ada seorang wanita yang dengan tulus dan ikhlas melepaskan kekasihnya demi kebahagiaan orang lain
Ia hanya yakin dibalik semua yang terjadi ada hikmah yang dapat diambil.
ketika lulus dari sekolah SMAN 8 Tangerang, Aku dan teman ku mengikuti beasiswa untuk kuliah di luar negeri tepatnya di Universitas ternama di Turki, jurusan yang aku ambil adalah kedokteran, karena sejak kecil aku ingin membantu rakyat-rakyat yang miskin dikala mereka sedang sakit dan membantu ibu-ibu yang sedang hamil. Dari sekolah ku, yang ikut beasiswa ke sana sangat banyak, tapi yang terpilih hanya aku, Rendi dan Zika. Rendi mengambil jurusan syari’ah dan Zika jurusan hukum.
Di Turki lah aku betemu dengan seorang pria yang bernama Ilham. Awal cerita aku bertemu dengan Ilham yaitu ketika aku, dan Rendi sedang makan siang di kantin. Aku dan Rendi sudah seperti saudara, bercerita tentang apa saja, tak pernah ada yang ditutup-tutupi di antara kami. Saat itu mata ku sangat perih dan merah karena terkena debu.
“Nadin matamu kenapa, merah sekali?”
“ah… ini, tadi sepertinya terkena debu.”
“biar aku tiupkan” kata Rendi ingin membantuku.
Ketika Rendi meniupkan mataku, ada seorang pria berperawakan tinggi dan berkulit putih, laki-laki itu adalah Ilham. Ia selalu memperhatikanku, entah apa yang sedang ia pikirkan saat itu, seakan-akan melihatku seperti wanita murahan. Karena ini sudah yang kedua kalinya aku bertemu dengannya bersama dengan seorang pria yang berbeda-beda. Ketika itu aku sedang berada di sebuah kantor tempat pasienku, ia menderita penyakit jantung sehingga aku harus memeriksa keadaannya. Entah kenapa aku selalu bertemu dengan Ilham dimana pun berada, dikantor itu pun bertemu dengannya saat aku memeriksa pasienku.
Hari jum’at adalah hari yang membuat ku sibuk, aku harus ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas-tugas. Saat aku mencari-cari buku Ilham menghampiriku dan ia bertanya kepadaku:
“mengapa wanita sepertimu ada ditempat seperti ini ?” Tanya nya dengan tersenyum ketus.
“itu urusan ku, apa perdulimu”. Jawab ku menimpalinya.
“maukah kamu melayani ku di hotel malam ini ?” ajaknya dengan tersenyum dan meledek ku.
Ternyata benar ia menilai ku sebagai seorang wanita murahan.
“baik akan aku layani kamu asalkan bisa membayar ku dengan mahal.” jawab ku dengan berbisik ditelinganya sambil tersenyum.
“ Sudah berapa pria yang sudah kau layani?”
 Sebenarnya telingaku sudah panas dengan kata-katanya tapi aku berusaha untuk bersabar.
“Apakan pantas kamu menjadi seorang sarjana hukum jika hanya bisa memvonis orang lain tanpa ada bukti yang akurat.”  jawab ku menimpalinya dengan membalas meledeknya.
“baik aku harus pergi banyak pria yang sedang menunggu ku disana.” lanjut ku sambil berlalu darinya agar dia puas mengejekku.
Ilham hanya tersenyum dan tak percaya dengan jawaban ku tadi.

Jumat, 01 Juni 2012

Istikharah Lipatan Kertas Cinta


Nufus jatuh cinta dengan seorang pemuda yang sangat pintar, tampan dan juga bijaksana yang merupakan santri di pesantren milik Abinya, usianya 3 tahun di atasnya yaitu 25 tahun,  Ilham nama laki-laki itu.
Letak Kamar Ilham sangat strategis dan juga indah di pesantren itu, di depannya ada danau yang terkadang warnanya menjadi hijau yang menjulang seperti ukuran lahan sawah 4 petak jika di ukur, kamarnya  seperti sebuah gubuk, dindingnya terbuat dari bambu dan juga atapnya  terbuat dari jerami–jerami. Tapi walaupun demikian, kamarnya cukup besar untuk ukuran satu orang, di dalam kamarnya sangat bersih, kitab-kitab tertata rapi di dinding kamarnya, jendelanya selalu ia hiasi dengan lipatan-lipatan kertas yang berbentuk burung. Ia sangat gemar melipat kertas.
***
lipatan kertas berbentuk Burung
Ilham sangat menyukai Nufus, tapi ia tak punya keberanian yang kuat untuk mengungkapkannya kepada Nufus, karena Nufus anak dari Ustadz pemilik pesantren itu, selama ini ia hanya seperti teman biasa jika bertemu dengan Nufus.
Di setiap pagi setelah mengaji, Ilham selalu bersih-bersih di rumah Nufus. Istilahnya mah jika seorang santri melakukan hal tersebut adalah untuk ngalap berkahnya dari guru. Itulah istilahnya yang sangat terkenal di kota santri. Dimana jika seorang santri walaupun ia pintar tapi tak mendapatkan berkah dari seorang guru maka ilmunya tidak akan bermanfaat.
Ketika ilham bersih-bersih, di situlah waktu yang tepat untuknya agar bisa mengungkapkan isi hatinya dengan meninggalkan lipatan kertas yang berbentuk burung di kamar Nufus, di dalamnya terdapat kata-kata yang begitu indah..
Mengenalmu membahagiakanku
Di dekatmu…
Seolah aku melihat peri-peri cinta menari-nari
Sambil memainkan alunan musik yang merdu
Mereka bersorak gembira seraya mengerti kebahagiaan hatiku
Berbicara denganmu…
membuat lidah ini kelu
Tak mampu berucap sepatah kata pun

Nufus sangat bertanya-tanya dalam hatinya siapakah yang mengirimkan lipatan kertas ini? Nufus tak pernah menyadari bahwa orang yang ia cintailah yang mengirimkan semua itu.
Hampir setiap membersihkan rumah Nufus, Ilham tak pernah lupa untuk meninggalkan lipatan kertas itu dikamar orang yang ia cintai. Karena ia ingin mengirimkan lipatan kertas itu sampai 1000 kali sebelum Nufus mgetahui isi hatinya.
***